 |
| Memasang Tali sepatu |
Kami cukup senang mengumpulkan kardus bekas. Karena anak-anak tahu, kardus bekas boleh dipotong-potong sesukanya untuk dibuat apa saja. Tetapi sayang, bundanya kadang males bikin yang ribet-ribet. Jadi sukanya yang simple dan cepat buatnya. Salah satunya ini, belajar tali sepatu. Saya pakai sepatu si kakak sebagai cetakan, meski kakak sudah bisa menali sepatu sendiri, tetapi jika bunda nya buat beginian ya dia mau juga. Jadi harus buat 2 untuk dua putri cantik saya.
Supaya ngirit kardus, sebelah sepatunya saya kasih lubang-lubang membentuk bangun geometri, segitiga, trapesium, dan lain-lain. sekelilingnya saya buat lubang-lubang juga untuk belajar menjahit. Berhubung pada saat membuat ini saya sedang tidak punya tali, jadi saya pakai benang rajut besar dan ditambah selotip hitam di ujung-ujungnya.
 |
| Belajar mengikat tali |
 |
| Memasukkan tali |
 |
| Memasukkan tali |
 |
| Menarik tali di belakang |
Si adek cukup menyukai kegiatan ini, dia mengulangnya beberapa kali. Meskipun tidak selalu pas garis-garis talinya di lubang sepatunya. Kegiatan ini juga merangsang motorik harus jari-jarinya. Jika motorik halusnya sudah terlatih sejak dini, ini akan memudahkan nantinya jika saatnya mereka belajar menulis dan memegang pensil atau pulpen. Sesuai pengalaman saya sendiri, sewaktu SD saya cukup kesulitan dengan posisi memegang pensil. Jadi berkali-kali harus berlatih posisi jari yang benar dalam memegang alat tulis. Di mana tepatnya jari jempol, di mana posisi jari telunjuk dan lainnya. Semoga saya bisa membantu mempersiapkan life skill bagi anak-anak saya sejak dini.
Comments
Post a Comment