Skip to main content

Rapat Kerja Srikandian Ibu Profesional Bekasi 2023

Pada hari Minggu, 26 Februari 2023 saya mengikuti kegiatan Rapat Kerja bersama para srikandian Ibu Profesional Bekasi. Setelah sebelumnya didahului dengan acara serah terima amanah dan dilanjut dengan rapat kerja melalui zoom secara daring. Pada sesi daring sudah ada pembahasan program kerja dari masing-masing komponen, mulai duari Kampung Komunitas, Sejuta Cinta, Himpunan Mahasiswa, Sister Regional, KIPMA dan Lumbung Ilmu. Kali ini sesi luring digunakan sebagai media diskusi untuk membuat sinergi kegiatan antar komponen.  Sekitar dua pekan sebelumnya, saya dihubungi oleh panitia dari Sisreg atau sister regional dan diminta hadir sebagai host atau MC. Kegiatannya semi formal dengan lebih banyak interaksi diskusi dan improvisasi kegiatan secara umum. Sesi pembukaan dilanjutkan dengan sambutan dan prakata dari sekretaris regional yang membahas tentang alur administasi ke sekreg dari masing-masing komponen. Setiap komponen harus mengisi form jika ingin mengadakan kegiatan, baik kegiat...

Contoh Perjanjian Kontrak Rumah

 Properti adalah salah satu lahan investasi favorit bagi sebagian orang. Nilai tanah akan selalu naik setiap tahunnya. Namun bagaimana jika properti yang kita miliki adalah rumah tinggal, dan terletak di dalam kompleks perumahan? Tentunya jika dibiarkan begitu saja, kita akan terus mengeluarkan biaya perawatan bulanan untuk rumah yang tidak ditinggali.

Bangunan rumah tinggal, apalagi di kompleks perumahan membutuhkan biaya perawatan. Seperti misalnya biaya listrik untuk lampu luar. Iuran sampah, iuran lingkungan dan keamanan akan tetap ditagihkan kepada pemilik rumah meski rumah tersebut tidak dihuni. Itu sudah menjadi kebijakan umum untuk kompleks perumahan. Mau tidak mau kita tetap harus mematuhi kebijakan tersebut, karena kita memiliki rumah di kompleks tersebut.

Bagaimana caranya agar bangunan rumah yang tidak dihuni tersebut menjadi bermanfaat dan tidak hanya mengeluarkan beban biaya tetapi juga memberikan pemasukan bagi kita, salah satunya adalah dengan menyewakan rumah tersebut. 

Beberapa orang yang menyewakan rumahnya kepada kenalan atau teman, seringkali hanya mengandalkan azas kepercayaan. Tidak membuat kontrak tertulis dan beberapa bahkan tidak memberikan kuitansi pembayaran. Namun, hal-hal semacam ini akan berpotensi menjadi masalah di kemudian hari. Sehingga perlu adanya kontrak hitam di atas putih yang ditandatangani oleh kedua belah pihak sebagai bukti perjanjian kesepakatan.

Ada berbagai model kontrak rumah atau sewa-menyewa. Tetapi untuk perorangan, biasanya kontrak dibuat lebih sederhana. Mencantumkan identitas pihak pertama sebagai pemilik rumah, dan pihak kedua sebagai penyewa. Poin-poin perjanjian dituangkan dalam bentuk kesepakatan meliputi kerusakan, siapakah yang bertanggung jawab jika ada kerusakan kecil terkait bangunan pada masa sewa. Iuran kebersihan dan lingkungan, listrik, dan biaya lain terkait perawatan rumah, menjadi tanggung jawab siapa. Kemudian untuk PBB atau Pajak Bumi dan Bangunan, ada beberapa orang yang membebankan Pembayaran PBB kepada pihak penyewa, ada juga yang menjadi tanggungan pemilik rumah. Hal-hal semacam ini harus dituangkan secara jelas di dalam kontrak sewa menyewa.

Berikut contoh surat perjanjian kontrak rumah antara dua pihak yang ditandatangani di atas meterai. Masing-masing pihak mendapatkan satu lembar kontrak asli sebagai jaminan atas perjanjian yanh telah disepakati.


Penjanjian kontrak rumah dapat dibuat lebih detail dengan pasal-pasal yang menerangkan setiap klausul perjanjian. Tetapi contoh di atas adalah contoh kontrak sederhana yang dapat digunakan sebagai bukti perjanjian antara pihal pemilik rumah dan pihak penyewa.



#KLIPMei2021

Comments

Popular posts from this blog

Halu Suasana Pergantian Musim

  Warna pepohonan di musim gugur Bagaimana pendapat teman-teman tentang foto di atas? Warna daun di pepohonan yang bercampur antara warna kuning, jingga, kemerahan dan hijau. Foto ini muncul di laman obrolan pesan singkat yang ada di smartphone saya sekitar tahun 2016. Ketika itu, suami yang sedang berada di bandara Kopenhagen di Denmark mengambil foto pemandangan tersebut. Dia sedang dalam perjalanan pulang dari Finlandia ke Indonesia dan transit selama beberapa jam di bandara Kopenhagen.  Pergi ke negara empat musim dan menikmati suasana setiap musimnya adalah salah satu impian saya. Meski kesempatan itu belum terwujud hingga kini, tetapi saya tetap menyukai pemandangan yang hadir di setiap musimnya. Walaupun hanya dalam bentuk foto seperti di atas.  Tinggal di negara dua musim yang hanya ada musim hujan dan musim kemarau, atau ditambah musim-musim lainnya seperti musim mangga, musim durian, musim rambutan. Eh, bukan ya, hihihi... itu sih musim buah-buahan ya. Ketahuan ...

Rapat Kerja Srikandian Ibu Profesional Bekasi 2023

Pada hari Minggu, 26 Februari 2023 saya mengikuti kegiatan Rapat Kerja bersama para srikandian Ibu Profesional Bekasi. Setelah sebelumnya didahului dengan acara serah terima amanah dan dilanjut dengan rapat kerja melalui zoom secara daring. Pada sesi daring sudah ada pembahasan program kerja dari masing-masing komponen, mulai duari Kampung Komunitas, Sejuta Cinta, Himpunan Mahasiswa, Sister Regional, KIPMA dan Lumbung Ilmu. Kali ini sesi luring digunakan sebagai media diskusi untuk membuat sinergi kegiatan antar komponen.  Sekitar dua pekan sebelumnya, saya dihubungi oleh panitia dari Sisreg atau sister regional dan diminta hadir sebagai host atau MC. Kegiatannya semi formal dengan lebih banyak interaksi diskusi dan improvisasi kegiatan secara umum. Sesi pembukaan dilanjutkan dengan sambutan dan prakata dari sekretaris regional yang membahas tentang alur administasi ke sekreg dari masing-masing komponen. Setiap komponen harus mengisi form jika ingin mengadakan kegiatan, baik kegiat...

Kemauan Datang dengan Perlahan (Melatih Kemandirian Hari ke 4)

Bismillahirrohmaanirrohiiim.... Hari minggu ini nih harusnya GFoS ya, Gadget Free on Sunday. Tetapi masih tetap dipakailah, untuk foto-foto dan ngecek-ngecek sebentar. Memang jika hari libur, semua di rumah, penggunaan gadget ini memang tidak se intens weekday . Biasanya juga kami pergi bersama keluar rumah, meski hanya sekedar makan. Sehingga di perjalanan maupun di lokasi tujuan tidak terlalu memperhatikan gadget karena sibuk ngobrol dan mendengarkan anak-anak. Ketika akan berangkat, saya menginstruksikan kepada anak-anak untuk bersiap-siap. Bunda: "Ayo siap-siap, Kakak sama Adik ganti baju dulu ya, bunda mau dandan." Anak2: "Iya Bunda" Setelah mereka terlihat keluar kamar dengan baju pergi dan jilbab, saya kembali menyampaikan instruksi satu per satu. Sesuai dengan kaidah komunikasi produktif dengan anak. Bunda: "Sekarang siapin tas nya ya, isi minum. Adik diajak isi minum di dispenser ya kak!" Lalu adik Hasna mengikuti kakak ...